Minggu, 15 November 2015

Cara Budidaya Undur Undur Tanpa Ribet

Usaha Budidaya Undur-undur nampaknya akan menjadi usaha yang menjanjikan, hal ini karena semakin banyak orang memanfaatkan undur-undur sebagai obat alternatif. Undur-undur banyak diburu untuk mengobati penyakit diabetes.

Cara Budidaya Undur Undur Tanpa Ribet

Untuk melakukan budidaya undur-undur sangatlah mudah. Seekor undur-undur biasanya dihargai 2500 rupiah. Sebelum melakukan budidaya kita terllebih dahulu harus mengerti bagaimana siklus hidup hewan tersebut.  Undur-undur ini termasuk dalam kelompok serangga yang mengalami metamorfosis sempurna. Tahapan dari daur serangga yang mengalami metamorfosis sempurna, tahapan itu adalah telur, larva (undur-undur), pupu,dan imago.

Cara Budidaya Undur-Undur

Untuk proses pembesaran bisa dimulai dari fase larva yang masih kecil (kurang dari 2 cm). Media pemeliharaan bisa menggunakan gelas plastik atau agar-agar yang diisi tanah halus (1 wadah 1 undur-undur). Yang harus diperhatikan adalah jangan sampai terkena sinar matahari atau siraman air. Agar undur-undur bisa berkembang biak memerlukan lahan yang lebih luas, undur-undur dapat dipelihara di luar ruangan (dibuatkan semacam gubuk bambu beratap seng, beralaskan tanah dan tanpa dinding), setelah undur-undur bermetamorfosis hingga fase imago (capung), akan didapatkan lubang-lubang sarang yang baru berukuran kecil disamping lubang-lubang sarang yang sudah ada. 

Hal ini (mungkin) dikarenakan lubang-lubang sarang yang sudah ada sebelumnya, mampu menjadi daya tarik bagi induk-induk capung untuk bertelur. Akan tetapi, hal tersebut masih dipengaruhi oleh faktor-faktor lingkungan seperti, kenyamanan, ketersediaan pakan, cahaya dan siraman air. Undur-undur yang selama hidupnya mendapatkan cukup makanan, cahaya dengan sedikit gangguan (misalnya tanpa diganggu oleh injakan kaki manusia, atau ayam, atau kucing, atau yang lainnya), setelah mencapai fase imago (capung), biasanya akan kawin dan meninggalkan telurnya di samping sarang-sarang yang sudah ada. 

Pada undur-undur yang dipelihara dalam wadah terbatas, undur-undur yang bermetamorfosis hanya menjadi pupa (kepompong), dapat juga ditetaskan dalam wadah yang lebih luas agar organ-organ yang tumbuh menjadi sempurna saat bermetamorfosis menjadi imago (capung). Meskipun dengan kemungkinan yang sangat kecil sekali, capung-capung tersebut dapat bereproduksi menghasilkan keturunan-keturunan baru di lokasi yang nyaman bagi kelangsungan hidup selama menjadi undur-undur (bisa di lahan yang kita siapkan, bisa juga di lokasi yang lain).
Demikian sedikit ulasan mengenai cara usaha budidaya undur-undur.

Cara Budidaya Undur Undur Tanpa Ribet Rating: 4.5 Diposkan Oleh: sassa oke

0 komentar:

Poskan Komentar